Gunungguruh – Masyarakat Kampung Cikujang secara resmi mendirikan Wewengkon Atikan sebagai kawasan pendidikan berbasis edukasi dan penataan lingkungan. Wewengkon Atikan ini berdiri pada 19 Agustus 2025, berlokasi di Kampung Cikujang RT 15, 16, dan 18 RW 03 dan 04 Desa Gunungguruh.

Yayan selaku Kepala Dusun Kopeng mengatakan, bahwa Wewengkon Atikan didirikan melalui musyawarah masyarakat sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap pentingnya pendidikan, pelestarian lingkungan, serta penataan wilayah. Kawasan ini diharapkan menjadi ruang edukatif yang mampu memberikan pembelajaran langsung kepada masyarakat, khususnya generasi muda.

Berbagai fasilitas penunjang telah disiapkan dalam Wewengkon Atikan, di antaranya homestay, alat tubing, sarana tempat sampah, serta upaya penertiban lingkungan dengan menghilangkan MCK yang berada di sepanjang aliran sungai.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kebersihan sungai sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan sekitar.

Pendirian Wewengkon Atikan memiliki tujuan untuk mewujudkan satu kawasan pendidikan terpadu yang berfungsi sebagai sarana edukasi masyarakat, sekaligus menata wilayah yang sebelumnya kurang tertata menjadi lebih baik, bersih, dan nyaman. “Ungkap, Yayan”.

Agar Wewengkon Atikan tetap eksis dan berkelanjutan, tim pengelola terus melakukan berbagai upaya meskipun masih menghadapi keterbatasan fasilitas dan sumber daya manusia, khususnya dalam pengelolaan dan publikasi media. Ke depan, pengelola berharap adanya dukungan dari berbagai pihak untuk penguatan SDM, promosi, serta pengembangan fasilitas kawasan.

Dengan hadirnya Wewengkon Atikan, masyarakat Kampung Cikujang optimistis kawasan ini dapat menjadi ikon edukasi dan lingkungan, sekaligus contoh kolaborasi masyarakat dalam membangun wilayah berbasis pendidikan dan kepedulian lingkungan.

csr_red

Bagikan Berita