Winaya Mahayuga adalah sebuah komunitas seni yang dibentuk oleh generasi muda Desa Gunungguruh. Komunitas ini dibentuk pada tanggal 10 Juni 2019 atas dasar kurangnya minat generasi muda terhadap pelestarian kesenian sunda, khususnya di daerah Desa Gunungguruh. Adapun tujuannya agar dapat meningkatkan minat generasi muda untuk peduli dan melestarikan kesenian sunda, sesuai dengan nama dari komunitas itu sendiri.

Inspirator Seni Pemuda

Winaya Mahayuga memiliki arti pendidikan/tuntunan melindungi. Lahirnya Komunitas Seni tersebut dipelopori oleh salah seorang Pemuda Desa yang berbakat ia bernama RIzal Al Faruk. kecenderungan ia menyukai musik sudah terlatih sejak ia memulai kuliah di Jurusan Seni Teater di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung. Setelah ia mendalami pengetahuan tentang seni serta memperdalamnya, maka kini skillnya ia dalam seni semakin terasah.

Tak hanya itu, RIzal yang kini menjadi Inspirator Seni Muda Desa mengabdikan dirinya bagi dunia seni. Keseriusannya dalam dunia seni ditamplikan dengan ia membina para pemuda/i yang ada di wilayah Desa Gunungguruh untuk senantiasa gemar nyeni. Bahkan Rizal yang kini menjabat sebagai Ketua Bidang Seni dan Budaya Karangtaruna Desa telah berhasil membawa nama baik Karang Taruna ke Khalayak umum.

Buah dari semangat dan perjuangannyayang gigih, terlahirnya sebuah komunitas yang concern di Bidang Seni. Bahkan kariernya di dunia Seni secara perlahan naik, Rizal kini diminta untuk menjadi guru seni di berbagai sekolah dari tingkatan sekolah dasar hingga tingkatan SMA. Walhasil, ia membina komunitas secara berkala serta membina pula para pelajar yang ada di berbagai sekola Se-Kota dan Kabupaten sukabumi.

Proses Latihan

Kegiatan latihan musik degungan ialah salah satu program yang di jalankan komunitas ini. Latihan ini dilakukan secara berkala dan berkelanjutan dalam jangka waktu seminggu 1x. adapun yang mengikuti pelatihan mingguan yakni para pemuda/pemudi desa yang memiliki minat serta bakatnya pada kesenian tradisional.

Menurut Penasehat Iding Sadikin mengatakan bahwa titik fokus komunitas saat ini yakni gamelan, upacara adat dan mapag panganten. ketiga skill ini menjadi program unggulan bagi winaya mahayuga dalam perjalanannya, dikarenakan penyesuaian dalam rangka penyesuaian awal untuk menggugah minat dan bakat pemuda/i yang ada. (Ujar, Iding)

Nama-nama personel Winaya Mahayuga: Rizal Al Faruk, Teguh Saputra, Rais Prayoga, M Rifqy, Inggrid Pusparini, Erus ‘Bonet’, Gustav Satria Putra, Rizaldi Rakan, Asep Supriatna, Anan Santika. Adapun penasihat dari komunitas seni ini, yaitu Bapak Iding Sadikin.

Penampilan Winaya Mahayuga

Kemudian dari pelatihannya kini telah membuahkan hasil, ditandai dengan adanya permintaan dari masyarakat untuk pentas di beberapa acara seperti Upacara Adat Pernikahan dan acara yang diadakan oleh warga masyarakat.

Dengan adanya Winaya Mahayuga kini sebagian Pemuda/i yang ada di Desa Gunungguruh mendapatkan titik terang. Adanya mentor muda yang peduli dan konsisten dalam membina generasi muda untuk menyukai Kesenian Tradisional warisan leluhur ini.

Tak hanya itu, Rizal beri’tikad kedepan ingin membuka Sanggar Seni dan Budaya Desa. sehingga seluruh potensi Seni dan Budaya yang ada di masyarakat dapat terakomodir dalam Sanggar Tersebut. Ungkap, Rizal

(Moch. Caesar Maulana-red)

Bagikan Berita