Gunungguruh.desa.id – Aktivitas mengaji merupakan hal yang familiar bagi kalangan wanita, khusunya ibu-ibu rumah tangga. Pengajian ibu-ibu begitu kerap disapa, kerap menjadi aktivitas rutinan pekanan atau bulanan yang di gelar para kaum ibu-ibu, khusunya di pedesaan, Kamis (04/02/2021).

Salah satu Ust. di desa Gunungguruh mengungkapkan, pengajian ibu-ibu umumnya tak terlalu menekankan pada kajian mendalam ilmu agama secara holistik. Kendati demikian, kajian agama yang dilakukan meliputi aktivitas belajar mengajar, membaca tawasul, membaca shalawatan secara bersama-sama, dan di akhiri dengan tausiyah.

Iapun mengungkapkan atas keprihatinannya kepada kalangan wanita yang memiliki kecendrungan untuk mengingat agama dikala tua. Padahal, aktivitas mengaji sejatinya harus dilakukan sedari dini. Namun begitu, ia bersyukur meski banyak dari Jemaah yang berasal dari generasi tua. Semngat mengajinya cukup kuat.

Menurutnya. Pengajian ibu-ibu ini harus tetap dijaga, melihat gempuran zaman sangat menguras atas berkurangnya ahlak dikalangan masyarakat. Ibu-ibu ini merupakan posisi yang tepat untuk memfilter arus informasi yang di terima oleh kalangan anak-anak.

“Al-ummu madrasatul Ula, ibu merupakan madrasah pertamanya anak, maka pengajian ibu-ibu ini harus menjadi tradisi yang wajib di rawat,” ungkapnya.

 

Bagikan Berita